Malam kian larut,

namun mata ini belum mampu tuk terpejam. Mungkin tepatnya mata ini belum mau terpejam, ingin melawan kantuk…..

Mata ini memandang sosok mungil yang kini terbuai oleh mimpi

mimpi indah, sepertinya

sebab bibir mungilnya sedari tadi memamerkan senyum. “Si kecil Ibrahim bermain bersama Nabi Ibrahim di taman syurga…”

 

Mata mengalihkan pandangan. Melihat sesosok pria yang sebulan terakhir ini sibuk dengan laptopnya. Dia cemburu? TENTU SAJA.

Terkadang pria itu memandangi laptopnya dari pagi hingga dini hari. Ups, bukan terkadang. SETIAP HARI

karena takut diganggu, pria itu hampir setiap hari pergi — katanya ke kampus dan ke rumah teman — untuk “bermesraan” dengan laptopnya. Dan pulang larut malam atau dini hari juga…

Mata sedikit tertarik mengikuti tarikan senyum bibirnya. “Sebentar lagi perhatian pria itu hanya padaku dan pada si kecil Ibrahim…” Batinnya nakal…

Ya, yudisium !!! Setelah hampir 2 tahun usia pernikahan akhirnya pria itu meraih gelas S.Kom yang dengan usil sang pemilik mata menjelaskan bahwa S.Kom itu kependekan dari Servis Komputer😀

Setelah urusan dengan laptop usai, maka akan ada urusan yang lebih NYATA.

MASA DEPAN !!!

Bukankah seharusnya itu hal NYATA sedari dulu??? Yaa, tapi setelah memohon keringanan dari Tuhan akhirnya Tuhan menitipkan kami kepada “tangan-tangan ahli”, tangan yang sudah berpengalaman mengurus masa depan.

selama ini dia bisa tenang, namun sebentar lagi, TIDAK LAGI !!!

Dan itulah yang membuatnya tak mau terpejam barang sejenak.

bagaimana ESOK ??? Tanyanya selalu…

 

Beragam mimpi telah dirangkai padu beserta petunjuk jalan menuju ke sana. RENDAH DIRI kemudian menjadi penghalang.

ITU yang membuatnya melawan kantuk.

TIDAK, malam ini tidak boleh ada kasur, bantal, dan bunga-bunga tidur sebelum dia mampu memangkas ITU.

dengan apa?

dengan apa?

Harus ditemukan malam ini. Sebelum ESOK datang dengan KETIDAKJELASAN RUPA !!!