“Samaji dengan lari.. start awal itu tidak adaji yg dirasa… pas agak ditengah baru terasa capek…”

kalimat itu menggema keras di kepalaku

kalimat itu terucap dari tulisan temanku

ketika kepadanya kutumpahkan semua cerita kekesalan dan amarahku

ketika kulontarkan pertanyaan

“Awalnya semua tidak ada masalah, mengapa sekarang harus kupermasalahkan semuanya???”

 

yaa Aku Lelah. Aku Capek pada diriku sendiri

yang tidak pernah tau bagaimana cara berbicara

bagaimana cara berbagi kesukaan dan ketidaksukaan

aku benci diriku yang selalu memupuk cemburu

aku lelah diriku yang selalu menampung amarah

 

sangat sering kuberpikir untuk lari

dari apa?

ke mana?

untuk apa?

apa yang kan kudapatkan jika benar-benar kulakukan?

PENYESALAN kah?

atau KEPUASAN?

 

Maaf

sepertinya setiap hari kuharus menutupnya dengan bersimpuh memohon maaf kepadanya

dia yang selalu kuzhalimi dengan diamku

dia yang selalu kulukai dengan kebenncianku

 

Aaaaahhhhhhhhh

kenapa ku begitu labil?

berjatuhan dan bertumpah ruah semua teori-teori psikologi yang pernah mengisi kepalaku

TAK BERGUNA

atau aku yang begitu bodoh-tak paham cara pengaplikasinnya

 

ya Allah………………..

aku kenapa?

aku kenapa?

aku kenapa?

amarah ini dari mana datangnya

kebencian ini dari mana sumbernya