Sesungguhnya usaha kamu memang berbeda-beda.” (al-lail:4)

Nell Postman, seorang profesor dari Universitas New York pernah berkata, “Anak datang ke sekolah sebagai tanda tanya dan lulus sebagai tanda titik.” Begitu hebatnya peran pendidikan yang menjadikan seseorang yang tidak mengetahui apa-apa menjadi mengetahui cara menyelesaikan persoalan.

Glenn Doman, seorang praktisi pendidikan yang tinggal di Amerika Serikat, menyatakan bahwa “Belajar adalah permainan terbesar dan terasyik dalam hidup. Semua anak terlahir dengan keyakinan semacam ini dan akan terus demikian hingga kita meyakinkan mereka bahwa belajar merupakan pekerjaan berat dan tak menyenangkan. Sebagian  anak tak pernah benar-benar mengerti pekerjaan ini dan akan menjalani hidup dengan keyakinan bahwa belajar itu menyenangkan dan merupakan satu-satunya permainan yang pantas dimainkan. Kita punya sebutan untuk orang-orang semacam itu. Kita menyebut mereka jenius. Jadi, hati-hati dengan proses mendidik ini, karena salah input yang diberikan akan menyebabkan kesalahan pada output, meskipun materill yang tersedia ini merupakan makhluk jenius sekalipun.

ENERGI

menurut cara memperoleh energi, manusia dibagi menjadi dua bagian, yaitu ekstrovert dan introvert. Carl Gustav Jung seorang ahli psikiatri berkebangsaan Swiss-lah yang dianggap sebagai orang pertama yang mengklasifikasikan manusia sebagai termasuk kepada jenis ekstrovert dan introvert.

introvert ditandai dengan perilaku yang suka menyendiri, berkonsentrasi, bersahaja, refleksi, merenung, cool, memendam, berpikir sebelum bertindak, ke dalam, tenang.

ekstrovert ditandai dengan sikap yang antusias, bicara sebelum berpikir, bergaul, berdiskusi, aktif, keluar, ramah, ekspresif, berteman, cenderung berkomunikasi verbal, dan emosi.

HEMISFER OTAK

Penelitian tentang otak sudah dilakukan para ahli sejak lama. Meski temuan tentang bagian otak telah diketahui jauh sebelumnya, namun fungsi belahan otak belum bbegitu bisa dibedakan. Barulah kemudia berkat penelitian Paul Borca, seorang dokter Prancis di tahun 1860-an mulai bisa dibedakan dengan dikemukakannya fakta bahwa kemampuan berbicara dikkendalikan oleh otak sebelah kiri.

Seratus tahun kemudian, tepatnya di tahun 1960-an Dr.Roger Sperry dari Univversitas Chikago semakin mengukuhkan temuuan para ahli bahwa terdapat perbedaan fungsi antara otak kanan dengan otak kiri, meskipun tentunya belahan otak tersebut selalu bersinergis untuk aktivitas yang lebih kompleks lagi.

Paul E.Dennison, Ph.D. tahun 1980-an menerbitkan temuannya tentang hubungan antara perkembangan fisik, pemahaman bahasa, kemahiran berkomunikasi dan prestasi akademik. Serupa degan temuan Mortimer Mishkin bahwa ada saklar antara pancaindera dan otak.

Hemisfer otak manusia terbagi ke dalam dua jenis yang berbeda satu dengan yang lain, otak kiri dan otak kanan. Pemahaman kita tentang jenis hemisfer otak apa yang paling dominan digunakan dalam belajar siswa pada akhirnya akan membawa kita pada pengetahuan bagaimana siswa mengatur dan memproses informasi.

Otak Kiri

Kata kunci: kalkulasi, angka, urut-urutan, teratur, terarah, senang teka-teki, memprediksi, prosedur.

Fungsi: bahasa verbal, menulis, membaca, menjelaskan detail, memahami rincian, asosiasi audiitori, penilaian, analitis, ekspresi, menempatkan fakta, pengorganisasian aktivitas.

(sekuensi, intelek, konvergen, digital, sekunder, logis, linier, abstrak, matematis, analitik, rasional, objektif)

Otak Kanan 

Kata kunci: warna-warni, perasaan, gambar, simbol, unsur nonvberbal, ruang 3 dimensi, musik

Fungsi: mengungkap emosi dan perasaan, seni dan estetik, visualisasi, mensintesis data, pengenakan bentuk, desain dan pola.

(acak, imajinasi, kreatif, intuisu, divergen, analog, spasial, primer, abstrak, artikulasi, holistik, subjektif)

Sumber: Tea, Taufik. 2009. Inspiirin Teaching. Jakarta: Gema Insani