terpisah jarak yang kian menjadi, kaupun berprasangka;

aku bahagia di sini
ya, jika bahagia yang kau maksud ‘kumemetik makna dijalan pengabdianku’

aku egois
ya, jika egois yg kau maksud ‘setiap saat kuberdo’a jalan yang kutempuh baik bagiku, keluargaku, dan agamaku’

aku lupa
ya, jika lupa yg kau maksud ‘ku sebut namamu ditiap doaku’

aku tidak peduli
ya jika tdk peduli yg kau maksud ‘kutanyakan kabarmu kepadaNya dn memohonkan kesehatan untukmu’

aku bodoh
ya, jika bodoh yg kau maksud ‘ku mengorbankan bahagia pribadiku demi bahagia sosialku’

kau benar atas setiap prasangkamu, SUNGGUH.!!

Bukankah usia berbicara manfaat, maka tak mengapa kutetap dg keegoisanku, kebodohanku, kelupaanku, ketidak pedulianku…

Aku hanya berusaha memanfaatkan usiaku yang singkat…