Sang Juan Estrella Sevario berkata dalam perannya; Menjalin keakrraban tiada guna, sebab kedekatan dan keakraban hanyalah awal dari petaka, awal dari kesengsaraan…

Kedekatan sangat berpotensi untuk memunculkan kesedihan dan kebencian

dan kebencian itu nilainya akan jauh-jauh lebih besar dibandingkan kebencian kepada siapapun

olehnya, Sang Juan hidup dengan dirinya sendiri

ada banyak manusia disekitarnya, namun dimatanya tak lebih baik dari seekor anjing.

saat mendekat berarti ada udang di balik batu,

saat peduli berarti ada kelicikan

paranoid paranoid dan paranoid

takut dengan kedekatan, keakraban….

bagaimana mungkin senyuman bisa membuat hati tak tentram?

bagaimana mungkin perhatian bisa membuat napas tersengal?

tapi itu semua dialami oleh Sang Juan dalam perannya, dalam panggung dramanya…

tragisnya…

banyak penonton yang terlampau bersimpati sehingga tanpa disadari menciptakan paranoid yang serupa

HEI… KEAKRABAN AWAL DARI KESENGSARAAN.!!!

takut menyayangi

takut mencintai

karena takut sengsara

lebih baik tidak menyayangi daripada ujung-ujungnya akan sengsara…

bukankah hidup memang seperti itu?

banyak memiliki harus siap banyak kehilangan

banyak mencintai harus siap terluka

tapi bukankah dibalik semua itu Sang Kuasa bertujuan untuk mengokohkan jiwa kita

lewat keterpurukan

lewat kesengsaraan

lewat kehinaan

akan diperlihatkan kepada kita TEMAN SEJATI, dan DIRI SEJATI kita. Dan kettahuilah bahwa

kesengsaraan itu akan terus mengekor sampai kita menemukan DIRI SEJATI kita.

Menyanyilah seakan-akan tidak ada yang mendengar

Menarilah seakan-akan tidak ada yang melihat, dan 

Mencintailah seakan-akan tidak akan pernah terluka (M.Teguh)

itulah sebuah pesan yang mengharuskan totalitas dalam membina hubungan

saling menyayangi dan saling mencintai tanpa pamrih,

mencintai tanpa pamrih tidak akan mengakibatkan luka yang dalam

sebab sejatinya mencintai tanpa pamrih berati tulus mencintai karena cinta

bukan karena ada alasan-alasan, juga bukan karena INGIN MEMILIKI

tapi mencintai karena ingin menebar BAHAGIA

dihatinya juga dihatimu ^___^”)

(Menanggapi Buku The Other Personality)