sore ini ada yang berbeda dengan siswaku

mereka meninggalkanku tanpa berbalik lagi, sekalipun….

mungkin karena mereka pulang membawa kekalahan

kekalahan yang baru mereka dapatkan setelah sekian lama selalu menjadi pemenang

dan kekalahan itu disaksikan olehku, guru mereka…

sore itu, mereka mendatangi asramaku untuk bermain-main

setelah puas bermain denganku, mereka tergoda untuk bermain bola

bergabung dengan beberapa anak seusia mereka yang sedang bermain bola di lapangan asramaku

 

Dengan sedikit merayu akhirnya bocah-bocahku boleh ikut bermain bola

dan gol pun dicetak satu persatu di gawang bocahku

sedih menyaksikannya

namun ku harus tetap tersenyum sebab ekspresi sedih boleh jadi meruntuhkan harga diri mereka di depanku

akhirnya tercetak 4 gol di gawang bocahku. Kalah telak…

selesai bermain, seperti pemain profesional saja, mereka saling berjabat tangan

memperkenalkan nama dan menyebut asal sekolah

ku bangga melihat senyum yang masih bisa terlukis di wajah mereka. Pasti sulit tersenyum seperti itu dengan kekalahan di dada…

dan bocah-bocahkupun pergi tanpa kata meninggalkanku.

aku mematung dengan sedih di pinggir lapangan.

kemudian mereka berbalik, dan berlari berhamburan ke arahku untuk menjabat tanganku. Pamit…

kuacak rambut mereka satu-satu

ku ingatkan untuk mandi sore dan shalat magrib. Mereka mengangguk…

mereka pergi tanpa menoleh lagi…

kemarin mereka masih pergi dengan kebiasaan yang sama.

Berbalik dan terus berbalik sambil melambaikan tangan dan melemparkan ciuaman ke udara

dan akupun akan terus mematung di tempatku hingga punggung mereka hilang dari pandanganku

tapi sore ini, mereka pergi dengan cara yang berbeda

berjalan tanpa menoleh…

ku lihat mereka saling berbisik satu sama lain

mungkin mereka membicarakan kekalahan mereka

atau strategi untuk bisa menjadi pemenang…

 

apapun hasilnya, pertandingan tadi…

pertandingan yang kunamakan pertandingan persahabatan

bocahkulah pemenang yang sesungguhnya.

pemenang bukan karena berhasil mencetak gol terbanyak

tapi menjadi pemenang dari keterpurukan, dan dari kesedihan

pemenang karena masih mampu mempertahankan harga dirinya dengan lapang dada menerima kekalahan,

karena sampai mereka menghilang

masih ku dengar perbincangan mereka yang semangat dan membara

juga senyum mereka yang tulus

selanjutnya HARUS MENANG !!!

Kalian yang terbaik, dan selalu yang terbaik…. bocahku, KALIAN PEMENANGNYA !!!