Terinspirasi dari sebuah pesan dari seorang sahabat, pesan itu mengingatkan tentang sebait ucap mulia yang menjad landasan kita dalam beragama. Pesan itu intinya adalah cara termudah agar kita bisa saling saling menyayangi adalah dengan menebar salam.

Oke, menebar salam; Assalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh…

Bukankah sangat mudah untuk saling menyayangi sahabat? Hanya dengan menebar salam maka kedengkian, kebencian akan terkikis dan tergantikan rasa saling menyayangi dan mengasihi. Sederhana memang, tapi ternyata pengaplikasiannya begitu rumit.  Kita sama-sama belum terbiasa menebar salam ke sesama muslim, ya paling ke sahabat yang kita jumpai sedangkan muslim dan muslimah yang tidak kita kenali kita enggan menebar salam. Pantas saja, sampai sekarang umat Islam belum bisa bersatu padu karena belum tumbuhnya rasa saling menyayangi antar sesama. Mungkin salah satu penyebabnya karena kita selaku pemeluk agama Islam belum mampu mengaplikasikan PESAN SUCI.

Dari Abu Hurairah ra, Rasulullah SAW bersabda:

“Kalian tidak akan masuk surga sehingga kalian beriman, dan kalian tidak beriman sehingga kalian saling mencintai. Tidakkah kalian mau aku tunjukkan sesuatu yang apabila kalian kerjakan akan menjadikan kalian saling mencintai? Yaitu, sebarkanlah salam di antara kalian.” (HR. Muslim)

Subhanallah….

Oke sahabat, sekarang iznkanlah saya berbagi tentang sedikit ilmu yang baru saja saya dapatkan tentang SALAM.

Dari Thufail bin Ubai bin Ka’ab  bahwasanya dia pernah mendatangi Abdullah bin Umar ra. lalu bersamanya menuju ke pasar. Thufail mengatakan: “Ketika pergi ke pasar, Abdullah bin Umar tidak melewati penjual barang-barang rongsokan, pedagang, orang miskin, dan siapapun melainkan mengucapkan salam kepadanya. Lebih lanjut Thufail mengatakan: “Kemudian pada suatu hari aku mendatangi Abdullah bin Umar, lalu dia mengikutiku ke pasar, maka aku tanyakan kepadanya:”Apa yang engkau lakukan di pasar, sedang engkau tidak berbelanja dan tidak menawar barang serta tidak juga duduk-duduk di pasar?” Maka dia menjawab:”Kami pergi ke pasar untuk mengucapkan salam kepada orang yang kami temui.” (HR. Malik dengan isnad yang sahih).

Sahabatku sekalian mungkin kalian semua sudah pernah mendengar tentang pahala orang yang mengucapkan salam.

Mengucapkan Assalamu alaikum, maka mendapatkan sepuluh pahala…

Mengucapkan Assalamu alaikum warahmatullah, maka mendapatkan dua puluh pahala….

Mengucapkan Assalamu alaikum warahmtullahi wabarakatuh, maka mendapatkan tiga puluh pahala…

Sahabat, silahkan memilih salam yang seperti apa yang sahabat ingin sebarkan ke sahabat kita yang lain. Hitung-hitung amalan kan gak apa-apa, bukankah memang pada dasarnya kita berdagang dengan Allah, maka berlomba-lombalah untuk meraih keuntungan yang sebanyak-banyaknya.

Oh iya, ternyata sudah ada aturan juga tentang siapa yang harus memulai menebarkan salam. Simak yuu…

Dari Abu Hurairah ra. mengatakan bahwa Rasulullah pernah bersabda:

“Orang yang naik kendaraan memberikan salam kepada orang yang berjalan kaki, sedang orang yang berjalan kaki memberikan salam kepada orang yang duduk, dan yang sedikit jumlahnya memberikan salam kepada yang lebih banyak.” (Muttafaqun Alaih)

Dari Abu Umamah Sudhiy bin Ajlan Al-Bahiqi ra. dia menceritakan, Rasulullah SAW telah bersabda:

“Sesungguhnya sebaik-baik manusia menurut Allah adalah orang yang mulai mengucapkan salam.” (HR. Abu Dawud dengan isnad hasan)

Semoga kita semua bisa menjadi muslim/muslimah yang senantiasa memulai untuk mengucapkan salam kepada muslim/muslimah lainnya. Semoga kita bisa saling menyayangi. Salam Ukhwah Islamiyah….!!!