ku layangkan padangan menembus angin

mematahkan cecabang pephonan

menggugurkan awan-awan, dan

mengoyak lapisan-lapisan langit

menghunjam misteri tentang takdir

ketika idealisme harus bertarung dengan fakta yang bersebrangan

ketika idealisme dituntut untuk dikesampingkan

di mana diri harus mencari identitas??

ketika tanggung jawab diletakkan manis di bahu

dengannya diri menyongsong waktu yang begitu lama

sendiri sendiri dan sendiri

di mana harus mencari kawan untuk saling menguatkan

ketika keputusan harus ditetapkan

dan menghilang dari tempat-tempat indah sang terkasih

jauh jauh dan jauh

di mana diri harus mencari bahagia?

sepi sepi dan sepi

ketika itu semua terjadi

ku ragu bisa berjalan dengan kedua kakiku

ku ragu bisa melihat dengan kedua mataku

ku ragu bisa mendengar dengan kedua telingaku

ku ragu bisa memberikan yang terbaik dengan kedua tanganku

ku ragu bisa bahagia dan membahagiakan dengan hatiku

 

sebelum semua itu terjadi

bolehkah ku mengucapkan satu kata

kepada siapa saja yang mau mendengar

kepada siapa saja yang mau membebaskan

MUNDUR MUNDUR MUNDUR

bolehkah aku  mundur…?

karena aku mau mundur…!!!