Diam-diam ku mengintip dokumentasi-dokumentasi tentang dirinya. Masih dengan wajah yang sama yang kutatap beberapa bulan yang lalu. Masih dengan senyuman yang sama, senyuman yang menyebalkan…

Di sisimu lagi-lagi kulihat berdiri dengan imut wanita mungil itu. Sekilas kalian tampak seperti kakak-adik. Mungkin itu cerminan guratan garis jodoh di wajah kalian, memang kalian sepasang adam dan hawa.

Apakah kamu bahagia??

Harusnya IYA. Katanya, do’a orang terzalimi itu dikabulkan. Dan aku pernah menjadi korban kezhaliman mu. Tapi aku tak pernah mengutukmu, aku tak pernah mengutuk kalian. Dalam derai air mataku selalu ku kirimkan do’a untuk kalian semoga BAHAGIA DUNIA AKHIRAT. Semoga selamanya menyatu dalam ikatan mawaddah warahma…

Aku percaya Tuhan mengabulkan do’aku. Karena aku betul-betul terzhalimi (hehehe). Sepeti yang didendangkan Ba’im; AWAN-AWAN MENGHITAM, LANGIT RUNTUHKAN BUMI, SAAT AKU TAHU KENYATAAN MENYAKITKAN… atau mungkin lebih dari itu penderitaan yang kurasakan. Kau yang kucintai segenap jiwa selama bertahun-tahun, akhirnya harus kupasrahkan dengan dirinya meskipun egoku selalu mengajak untuk berontak dan menyetujui bahwa engkau ingin tetap di sisiku. Tapi sebagai seorang wanita, kurelakan rasaku terkoyak habis menjadi serpihan paling kecil karena ada wanita yang menumpukan harapan yang tingginya tidak mampu untuk kudaki. Ku lepaskan dirimu dengan perasaan terzhalimi, dan kaupun merasa kusingkirkan juga dengan perasaan terzhalimi. HAHAHAH kita sama-sama terzhalimi…. (tapi apakah kau mendo’akan kebahagian untukku???)

Kau Cinta Pertamaku !!! dan kau tahu itu…

pernah aku berpikir bahwa rasa itu tidak akan pernah berakhir. Memang benar!!! Tidak Pernah Berakhir… meskipun setiap saat ku berusaha mengecilkan dan memburamkannya, tapi terlalu cepat dan terlalu sederhana untuk bisa melupakanmu dalam waktu yang singkat.

Ku akui, mungkin aku tidak bisa mencintai lagi seperti aku mencintaimu. Cintaku padamu tersusun secara alami, rapi, dan indah dalam jangka waktu yang lama. Cintaku padamu tidak terjalin karena kedekatan dan keakraban, bukan juga karena alasan-alasan lain yang bisa kuterangkan. Aku mencintaimu melalui pandangan dalam hitungan detik, kemudian kita sama-sama ditelan bumi. Kita hanya terdiam tapi menyimpan dengan rapi rasa itu sampai akhirnya kita dimuntahkan kembali oleh bumi tapi dalam kondisi yang berbeda. Kondisi di mana semuanya sulit untuk dijalin secara utuh….

First Love Never Ending !!!

hemm, entahlah…. apakah JUDUL buku itu bisa mewakili diriku padamu. Satu hal yang kau harus ketahui, sekarang kau tidak lebih dari dokumentasi masa lalu (meskipun kau tetap istimewa di hatiku). Kau bukan orang yang tepat berada di sisiku… Orang yang tepat itu tidak akan ku cari, aku hanya ingin menunggu membiarkan waktu mempertemukan kami dalam suatu moment yang tepat. Memang benar bukan dia cinta pertamaku, tapi aku yakin dia lah yang TERBAIK !!!