Hei malamku hei siangku yang menyatu dalam hariku…

Hei kau….

Dalam waktu sekejap, banyak hal yang kau ajarkan padaku

Ketulusan, keihlasan, kesabaran,…

Dan semua itu akan tersimpan dengan baik dijiwaku

Engkau memang bukan siapa-siapa dimataku

Engkau memang bukan seorang yang istimewa

Engkau memang tidak pernah menempati posisi dihatiku lebih dari seorang teman

Engkau memang tidak pernah kurencanakan untuk menjadi yang utama

Tapi itu dulu. Itu dulu….

Ku berusaha mencintaimu dan menjadikanmu istimewa

Meski tertatih dengan sepotong hati

Namun kemudian sepotong hati itu menarik potongan hati yang lain

Dan kini telah menyatu

Kini, ku mencintaimu secara utuh

Meski sederhana, namun utuh

Ku menolak untuk menamakan hubungan kita

Ku menolak kedekatan berlebihan

Karena kutak ingin membatasi cintaku sebatas nama dan kedekatan itu

Sekali lagi, ku ingin mencintaimu secara utuh dan tak terbatasi

 

Sampai detik ini kutak mampu membahasan rasa ini

Dan ku berharap selamanya tidak akan mampu kubahasakan

Ku ingin mencintaimu secara utuh, tidak terbatasi definisi karena defnisi bisa berubah, definisi bisa berganti

Dan cinta seharusnya tidak berubah dan tidak tergantikan

 

Bismillah…

Dengan mengharap keridhaanNya, mari menyongsong masa depan yang diridhainya

Kuingin mencintaimu secara utuh

Maka ikatlah dengan pertalian yang sakral lagi mulia

Biarkan ikatan itu menjadi penghubung aliran restu dari ilahi

Dan restu itulah yang membuat segalanya menjadi lebih utuh

Kita utuh dalam ikatan yang pasti

Kita utuh untuk saling bergantung saling berharap saling menguatkan

Kita utuh untuk saling memuliakan dan menjaga

 

Kita utuh untuk saling mencintai secara utuh…!!!