air mata menggenang lagi di sudut hidupku

membasahi kakiku dan mungkin sebentar lagi akan menenggelamkan raga

hanya mampu berbagi dengan id, ego, dan super ego

dan kudapati semuanya semakin rumit.

semuanya bisa kukecilkan dan semuanya bisa kubesarkan

namun dalam posisi seperti ini apa yang harus kulakukan, tidak bisa kulakukan keduanya.

ku mengecilkan, ada rasa malu di sana kepada Nya

ku membesarkan, ada luka di sana yang ku titipkan di hatinya

dan diripun tak mampu hidup dalam kehidupan

hanya bisa bersandiwara dalam waktu yang tidak ditentukan

mungkin akan selamanya bersandiwara…

duniaku sudah tak seutuh yang dulu dengan lengkapnya kehadiran kehidupan baru

duniaku tak selonggar yang dulu

duniaku kini sempit dan membuatku terhimpit

kata hati semakin meraung, logika semakin gila

sudah tak sejalan lagi, keduanya beradu dalam debat yang percuma

lagi-lagi aku yang kalah

lagi-lagi aku menangis

saat tertidur, diri maka enggan untuk terbangun, malu melihat dunia

saat terbangun, diri enggan menatap dunia karena akan ada bisikan kemunafikan.

id ku tertawa, egoku berbicara, dan super egoku hanya bisa tertunduk dalam malu

ingin rasanya meninggalkan dunia dan mencari dunia yang baru

ya………………….. boleh kah aku melepas semuanya??

bolehkah aku menghilang?

hei bumi, tidakkah engkau membutuhkan tumbal untuk kau telan? untuk kau binasakan? untuk kau lenyapkan dari peredaranmu?

maka jadikan saja aku sebagai tumbalnya!!!

ataukah ada jalan lain duhai Engkau yang namaNya malu untuk ku sebut?