Tags

Teringat……….

Suasana kelas yang ramai tiba-tiba senyap ketika sang Trainer melemparkan pertanyaan.”Apa itu Cinta?Pertanyaan yang klise dan seharusnya tidak seorangpun yang tidak punya jawaban.

”Cinta itu sumber kebahagiaan” seperti itu jawab temanku dan disambut ”Cieee………….” panjang dari teman-teman. Wajahnyapun memerah…..

Kemudian ”Ada jawaban lain?” pancing sang trainer.

Lagi-lagi kami terdiam (sambil senyam-senyum tentunya), hehehe….Sang trainerpun mengedarkan pandangan di wajah-wajah kami dan tedeeeengngng mata kami bertemu dan firasat burukpun muncul begitu saja

”ya, mbak Afah!! Apakah punya penjelasan lain tentang CINTA??”

ya kaaaaann, kena jugaa….

Semua mata tertuju padaku dan kujawab tatapan mereka dg cengengesan.

”Cinta itu…..” jawabku menggantung dan smua teman tertawa (merahki bede pipiku).

Aku menarik napas dan berusaha memilah-milah kata interpretasi yang tepat dari sekian banyak yang berputar-putar dikepalaku.

(terdiam sejenak dengan hati yang agak berbeda dari sebelumnya namun cepat-cepat kutepis diamku, tidak boleh ada yang menyadari…)

“Cinta adalah…..” aku berusaha untuk menyambung penjelasanku tapi lagi-lagi menggantung

(ahh, meski ku tertawa tapi sebenarnya menjelaskan cinta adalah pekerjaan paling rumit buatku)

 

“Menurut referensi yang saya baca..” Nah loh, akhirnya aku mendapatkan kata jitu REFERENSI untuk menekankan bahwa pendapat yang akan kututurkan bukan menurutku tapi menurut sumber lain…

 

“Cinta itu terkadang merasuki hati seseorang tanpa orang tersebut sadari; sejak kapan dan bagaimana bisa”

forum senyap…!!

“Katanya, cinta itu buta. Saat seseorang mencintai maka bisa jadi kriteria-kriteria pria/wanita idaman bisa hilang dengan sendirinya dan menerima orang yang dicintai apa adanya… cinta tidak mengenal logika. Katanya, ketika mencintai seseorang maka kebahagiaan tertinggi adalah ketika dapat hidup bersamanya. Setiap centi dari dunia akan selalu mengingatkan kepada orang yang dicintai. Kata AKU CINTA PADAMU tidak akan pernah cukup mewakili cinta itu jika benar-benar mencintai…” jelasku perlahan, semua menyimak dengan senyum, tanya, dan cieeeee….

 

“Tenang dulu…. masih ada penjelasan lain” Kataku sambil tertawa

 

“Iya, silahkan dilanjutkan mbak..” Trainer menyela…

 

“Klo saudara Mihran tadi mengatakan bahwa cinta itu sumber kebahagiaan, sebenarnya cinta juga sumber kesengsaraan, sumber derita..” Lanjutku…

“Wahahahaa…!!!” Reaksi forum, hehe

“Wah wah… sumber kesengsaraan, mungkin pengalaman ya..?” Tanya sang Trainer

“Eh eh bukan pak… ini dari kajian beberapa literatur dan akhirnya aku menyimpulkan seperti itu”

dan lagi-lagi suara tawa teman-teman pecah, memantul-mantul di tembok ruang kuliah

 

“Sepertinya penjelasanku tentang cinta sangat menghibur kalian” batinku saat itu.

 

Semua masih tertawa, juga diriku….

 

Tidak ada yang tau, di sudut ruangan…ditempat yang tak terlihat ada hati yang menangis.

Hati itu semakin menangis tatkala seorang teman berceletuk “Kajian Literatur, alias literatur hidup (pengalaman)…”

 

“YA !!”  Jawabnya tegas………………….. “Dan mungkin kalian tidak mengerti…”