dengan gontai kubuka pintu paviliun yang sudah tak lagi berpenghuni,

hanya sesekali ada yang mengunjunginya jika perasaan rindu merasahan nyamannya suhu ruangannya melanda…

hari itu, ku mengunjungi paviliun itu bukan karena aku rindu

tapi karena aku membutuhkan kesendirian…

hari ini smuanya kacau, dan aku yang mengacaukannya.

 

sedikit lagi air mataku keluar dihadapan mereka

mereka yang amat sangat ku kasihi, meskipun mereka baru menyentuh hidupku.

tiap detik, menit, bahkan jam kutelusuri, kuawasi, berharap ada keceriaan terselip di sana…

ku tatap wajah-wajah mereka mencari keceriaan itu, pun tida jua kutemukan.

 

ku mengacaukan segalanya di awal dan penyesalanpun tiada guna

mereka bertanya

“Ibu kenapa tidak semangat??”

ahhh, duhai kaliaan…. pertanyaan itu membuat hatiku terluka.

pertanyaan itu membuat diriku menyadari bahwa keceriaan kalian hilang karena diriku…

berbagai alasan untuk membenarkan

berbagai alasan untuk membuat seisi dunia maklum dan berempati

berbagai alasan-alasan busuk

yang keluar karena diriku tak punya kuasa atas ruang dan waktu

 

pada akhirnya menyepi dalam kesendirian

berharap tidak ada yang menemukan

 

aku ingin sendiri

melirik dan menjelajah sejarah

mencoba mempelajari bagian yang salah

meski tak kuasa untuk mengulang….

 

haaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa !!!

 

benar-benar telah ku kacaukan semuanyašŸ˜„

 

(sekacau tulisan kali ini)