kita sejarah tapi bukan kekal.

Kita sejarah tapi hanya lampiran. Dua kalimat yang paling saya SUKA dari pesan teman untukku…

pesan itu:__

 

Bila abad berkejaran,

sejarah datang dan pergi.

Hanya cinta yg kekal, dalam opera, babak, candi dan Taj: di mana Timur dan Barat bersendagurau tanpa pedang.

Mungkin ada hari yang ditandai, bukan untuk sebuah kekal.

Sebab kita tidaklah besar, untuk menjadi kekal.

Tapi karena hati terlanjur amanah meyimpan ceritanya masing-masing.

Entah karena kita teman, atau hampir teman.

Hingga esok beberapa catatan kusam dapat dibuka kembali dan sadar: kita sejarah tapi bukan kekal.

Kita sejarah tapi hanya lampiran.

Aku mengenalmu bukan sebagai kenangan.

Bukan juga sebagai pintalan kain sejarahku.

tapi, Karena dirimu the other, selain diriku ada sosok yg lain.

Beda tapi berharga, kerana itulah:

Musyarafah mempunyai nilai dan kualitas tertentu.

Senang mengenalmu🙂

 

*Kurang “r” nya namaku n____n