ENGKAU akan kembali

dalam hitungan hari, ahh bukan…

hitungan jam…

dan akhirnya engkau kembali juga, setelah sekian lama engkau menghilang dalam rantaumu nun jauh di sana.

ENGKAU yang dulu ku harap kembali akhirnya akan kembali.

ENGKAU yang dulu ku harap bisa menjumpaimu akhirnya akan menjumpai dunia makroku.

ENGKAU yang dulu yang dulu yang dulu……

aaaaahhh…. lagi-lagi engkau membuatku gundah

ya, engkau selalu saja membuatku gundah. sejak pertama engkau muncul untuk yang kedua kalinya sampai detik ini dan sungguh hampir tak ada detik terlewatkan tanpa kegundahan yang engkau toreh… ingin rasanya aku berteriak di daun telingamu KAU PUAS !!! tapi hanya bisa meneriakkannya di hatimu, dan aku tau engkau mendengarnya… aku tahu engkau merasakan kegundahannku dan hanya menjawab “Sungguh ku tak peernah LUPA”

HAHA

engkau membuatku tertawa !! Memang tidak lupa tapi engkau memburamkanku seperti aku memburamkanmu. Bedanya, engkau memburamkanku dengan kisah lain sedang aku memburamkanmu dengan kebencian.

Tidak akan ku cari kisah lain…

Ingin ku biarkan kisah itu tetap yang terindah di sanubariku, meski ada KEJAHATAN, LUKA, KEBENCIAN, KEMUNAFIKAN di salah satu paragrafnya.

tapi tetap tidak akan kucari kisah lain, karena ada KESETIAAN, KETULUSAN, dan PENGORBANAN di setiap paragrafnya… dan itu yang membuatku RINDU meski ku benci.

ENGKAU yang selalu ku tanya “APA KABAR?”

ENGKAU yang selalu bertanya “APA KABAR?”

ENGKAU yang selalu mengatakan TIDAK PERNAH BAHAGIA

ENGKAU yang pernah dan apakah sudah tidak lagi BERARTI

 

ENGKAU……

yang selalu ku do’akan KEBAHAGIAAN untukmu !!! dan akan selalu ku doakan… hanya ku doakan…

ya hanya do’a yang bisa ku kirimkan kini… tak ada pertemuan, tak ada perjumpaan, tak ada akhir perpisahan, meski akhirnya engkau kembali.

ENGKAU yang wajahnya dulu kuimpikan untuk ku lukis kembali sketsax di kepalaku….

AKU MOHON MAAF, saat engkau kembali itu tidak akan merubah apapun. Selamanya engkau hanya dalam KISAH, dan…

tidak akan pernah berubah !!