Tags

, , , ,

MODALITAS merupakan saluran komunikasi yang membantu manusia memahami dunia di sekitarnya, untuk memproses rangsangan yang datang dari luar diri manusia. Ketika ada pengetahuan yang masuk maka modalitas inilah menjadi pintunya. Singkat kata, modalitas adalah perangkat bagaimana kita menyerap informasi.

Berdasarkan hasl penelitian para ahli, sedikitnya ada tiga jenis modalitas, yaitu visual, auditori, dan kinestetik.

1. Visual

beberapa kata kuci bagi orang visual: warna, corat-coret, teratur, hubungan ruang, belajar lewat gambar, bicara cepat, buku harian, menonton, membuat peta, melukis, dan merancang.

Berpikir melalui penglihatannya. Menerima informasi melalui citra visual, merupakan kemampuan untuk mengingat apa yang dilihat.

Kita dpaat mengenali orang visual ini segera dari performance-nya seperti bicaranya cepat dengan penggunaan nada yang tinggi, sementara ia berbicara dibantu tangan di atas dada sebagai penjelas dan pandangan mata mengarah ke atas. Ciri tampilan pakaiannya biasanya mengenakan pakaian sangat rapi. Kata yang sering digunakannya adalah “Menurut penglihatan saya…”, “Coba lihat paparan sayatadi mengandung jawaban dari pertanyaan itu”, “Bayangkan”, “Kelihatannya pendapat itu bisa diterima akal sehat.”

 

2. Auditori

Beberapa kata kunci bagi orang auditori: musik, mendengarkan, bercerita, nada, pidato, menyanyikan lagu, berdialog, bersenandung, bersuara, berbicara sendiri, membaca bersuara, sesuai prosedur, bicara lambat, irama, berbunyi, mendongeng, dan berdebat.

Berpikir melalui bunyi dan kata. Menerima informasi melalui indra pendengaran merupakan kemapuan untuk mengingat apa yang didengar.

Secara keseharian, orang auditori bila berbicara berirama dengan jenis nada sedang. Menggunakan bantuan tangan di deoan dada untuk memperjelas suatu informasi yang sedang disampaikannya seraya pandangan mata ke kiri atau ke kanan seolah mencari letak kedua belah telinga. Pakaian rapi menjadi ciri berikutnya. Kata-kata favoritnya, “Coba dengarkan pendapat saya”, “Dengarkan”, “Menurut Pandangan saya, “Kedengarannya bagus.”

 

3. Kinestetik

Beberapa kata kunci bagi orang kinestetik: bergerak, praktik, menunjuk tulisan saat membaca, merasakan, berbicara mengalun emosional, kenyamanan, menyentuh, aktif, berkebun, bertindak, belajar sambil berjalan, dan memberikan isyarat.

Berpikir melalui perasaan dan sensasinya. Menerima informasi melalui segala jenis gerak dan emosi merupakan kemampuan untuk mengingat apa yang dirasakan.

Tipe orang kinestetik kalau berbicara lambat ditambah nada yang terkesan berat, tangan digerakkan di daerah sekitar perut untuk menjelaskan sesuatu. Pakaiannya yang penting enak dan pandangan mata mengarah ke bawah. Frase yang sering digunakannya, “Menurut perasaan saya…”, “Kerjakan!”

_______________________________

CIRI-CIRI VISUAL:

penuh gambar

senang degan grafik presentasu hidup

bahasa tubuh yang dramatis

cerita yang hidup

kreasi piktogram

ikon alat bantu kerja

pengamatan lapangan

dekorasi warna-warni

periferal ruangan

pencitraan mental

CIRI-CIRI AUDITORI:

membaca keras

suka mendengarkan rekaman

suka mendengar kisah-kisah yang mengandung nilai

memperbincangkan apa yang mengandung nilai

mempertimbangkan apa yang baru dipelajari

buat rap, sajak, puisi, lagu atau hapalan

buat kelompok dan diskusikan

CIRI-CIRI KINESTETIK

membuat model dalam satu proses/prosedur

secara fisik menggerakkan berbagai komponen di suatu proses/sistem

menciptakan piktogram besar

memeragakan suatu proses, sistem, seperangkat konsep

mendapatkan pengalaman, lalu membeicarakannya dan merefleksikannya

melengkapi suatu proyek yang memerlukan kegiatan fisik

pelatihan belajar aktif (simulasi, permainan)

tinjauan lapangan, tulis, gambar dan bicarakan tentang apa saja yang dipelajari

mewawancarai orang di luar kelas

SUMBER:

Tea, Taufik. 2009. Inspiring Teaching; Mendidik Penuh Inspirasi. Jakarta: Gema Insani.