Pada suatu hari, seorang pemuda berdiri di tengah2 kota untuk mengumumkan bahwa dia mempunyai hati yang paling indah di seluruh lembah itu.

 

Maka banyak orang yang berkumpul dan mereka semua mengagumi hatinya karena hati itu memang sempurna. Tidak ada goresan atau cacat d dalam hati pemuda itu. Ya, mereka semua setuju bahwa hati pemuda itu adalah hati yang paling indah yang pernah mereka lihat.

Pemuda itu merasa sangat bangga dan dengan suara yang semakin keras membanggakan lagi hatinya yang paling indah. Tiba2 seorang laki2 tua muncul di depan kemrumunan dan berkata,

“Sesungguhnya hatimu tida seindah hatiku”.

 

Kemudian orang banyak berkumpul dan pemuda itu melihat pada hati orang tua tersebut.

hati itu berdetak dengan kuat… tetapi hati itu penuh dengan goresan. hati itu penuh dengan tambalan yang menandakan bahwa ada sebagian yang hilang kemudian kemudian ditempelkan ke dalamnya, ada pula tambahan yang menunjukkan bahwa hati berasal dari hati lain yang ditempelkan padanya. dan tempelan tidak begitu pas dan pinggirnya tidak rata.

 

Sesungguhnyalah di beberapa tempat di hati itu terdapat cungkilan yang dalam dan tdak ditambal lagi. ketika orang2 mengamati hal tersebut, mereka berpikir bagaimana mungkin hati seperti ini dianggap sebagai hati yang lebih indah?

 

Kemudian pemuda itu melihat kepada hati orang tua, dan ketika melihat keadaan hati tersebut, dia piun tertawa.

“Engkau tentu bergurau,” katanya.

“Bandingkan hatiku dengan hatimu…hatiku sempurna dan hatimu penuh dengan goresan dan sobekan.”

 

“benar.” kata laki2 tua itu, “hatimu memang sempurna… tetapi aku tidak mau menukar hatiku dengan hatimu”. engkau melihat bahwa setiap goresan d hatiku menandakan bahwa aku telah memberikan kasih sayangku kepada seseorang… aku menyobek sebagian hatiku untuk aku berikan kepadanya, dan sering kali mereka juga menyobek hati mereka untuk diberikan kepadaku. dan sering pula sobekan hati mereka aku tambalkan pada hatiku yang berlobang…tetapi tambalannya tidak pas benar, maka pinggirnya menjadi tidak rata, namun hati ini ttp aku pelihara dengan baik karena mengingatkan aku terhadap cinta yang saling kami berikan.

 

Terkadang, aku membuang potongan hatiku, kemudan ada orang yang mengembalikan potongan hati itu kepadaku. inilah hati yang berlubang itu…karena aku berikan kepada orang lain sebagai tanda kasih sayangku kepadanya. sekalipun hati yang berlubang ini terasa sakit dan tetap terbuka, namun hal ini mengingatkanku terhadap cinta yang aku berikan kepadanya… dan aku berharap suatu hari nanti hati ini akan pulih dan hati yang berlubang akan terisi kembali. sekarang, tahukah engkau hakikat keindahan hati?”

 

Pemuda itu berdiri diam dengan air mata berlinangan memasahi pipinya. kemudian dia berjalan mendekati laki2 tua itu, dan menyobek sebagian hatinya. kemudian dia menawarkan hatinya yang telah disobek itu kepada orang tua itu dengan tangan yang gemetar.

 

Orang tua itu menerima tawarannya, kemudian meletakkan potongan hati pemuda itu untk menambal hatinya yang berlubang dan yang terluka. ternyata pas, tetapi tidak sempurna karena pinggirnya juga tidak rata.

 

Kemudian pemuda itu melihat hatinya sendiri, memang tidak sempurna lagi tetapi ternyata lebih indah dari sebelumnya, karena cinta dari laki2 tua itu mengalir ke dalam hatinya. mereka saling berpelukan kemudian berjalan bergandengan tangan…

(Sumber: Wulandari, R. 98 Cerita Motivasi yang Menggugah Jiwa)